

Komponen Aktif ( Active Components )
Pengertian komponen aktif yakni komponen yang secara tunggal (tanpa bantuan komponen lain ) sudah mampu menunjukkan satu bentuk performa/ kemampuan unjuk kerja.
Contoh komponen aktif : IC, Transistor, Capasitor, FET, Dioda, dll.
Komponen Pasif ( Pasive Components )
Pengertian komponen pasif yakni komponen yang secara tunggal belum/ tidak mampu menunjukkan satu bentuk performa/ kemampuan unjuk kerja. Contoh : Resistor, Transformator, kumparan/ induktor, dll.
TV trainer
TV Trainer merupakan salah satu dari sekian banyak media pembelajaran yang di pakai di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya program keahlian teknik Audio Video (AV). Media pembelajaran ini sangat membantu di dalam proses pembelajaran mata pelajaran kejuruan yang mempelajari tentang : Televisi, sinyal video, sinyal audio, sinyal IF, dan masih banyak lagi informasi dan pengetahuan tentang dunia elektronika.
TV Trainer di buat sesuai dengan keadaan aslinya, sesuai dengan blok diagram yang ada. Mengingat perkembangan dunia televisi yang begitu pesat, maka pembuatan TV Trainer menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. TV Trainer mewakili blok diagram televisi sebagaimana berikut ini :
TV Trainer (Television Trainer) mengutamakan pada proses pembelajaran praktek pelajaran televisi. TV Trainer di desain sebagai penjelmaan kontruksi televisi secara utuh, dengan sedikit modifikasi sehingga beberapa pemberlakuan dapat dilaksanakan, seperti; pengukuran tegangan, identifikasi sinyal video, identifikasi sinyal audio, dan juga pemahaman tentang teknik digital/ microprosesor.
Berbagai macam jenis dan bentuk dari TV trainer yang dapat di jumpai di sekolah-sekolah kejuruan, hal ini semata-mata hanyalah perbedaan pada metode ukur dan modifikasi sedikit pada penampilan sehingga lebih mudah di dalam pengoperasian, lebih menarik, dan lebih efisien dalam pelaksanaan prakteknya.
Media pembelajaran TV Trainer yang di pakai pada sekolah sekolah kejuruan berbeda tentang spesifikasi maupun kelengkapan-kelengkapan yang ada, hal ini di mungkinkan karena pabrik pembuatnya berbeda. Namun secara umum TV Trainer di pakai untuk beberapa tujuan berikut ini :
1. Pengukuran tegangan,
Pengukuran tegangan ini biasa menggunakan AVO meter untuk mengetahui besaran nilai tegangan yang di ukur. Banyak instrument-instrumen yang dapat di ukur pada TV Trainer ini, antara lain:
a. Tegangan AC input jala-jala.
Pengukuran ini di pakai untuk mengetahui nilai tegangan yang berasal dari jala-jala PLN yang besarnya 220 Volt. Tegangan jala-jala ini berupa tegangan AC (Alternating current) sehingga dalam mengukur harus menggunakan AVO meter pada skala AC Voltage.
b. Tegangan DC hasil dari penyearahan dioda.
c. Tegangan DC output dari Power Supply Unit.
d. Tegangan Supply rangkaian; seperti rangkaian Tuner, rangkaian audio, rangkaian pemrograman, dan lain-lainnya.
e. Tegangan bias basis dari beberapa transistor.
f. Tegangan supply Horisontal output,
g. dan pengukuran-pengukuran tegangan yang lain.
2. Pengukuran arus,
Pengukuran arus dipakai untuk mengetahui besaran arus listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian. Pengukuran ini menggunakan AVO meter. Beberapa instrument lain yang berkaitan dengan pengukuran arus adalah, antara lain :
a. Arus dari jala-jala listrik.
b. Arus yang keluar dari Power Suplly Unit.
c. Arus yang masuk rangkaian, seperti; rangkaian audio, rangkaian horizontal, rangkaian vertical, dan lain-lain.
d. Arus yang masuk pada komponen aktif, seperti; transistor dan IC (Integrated Circuits)
e. dan instrument-instrument pengukuran arus yang lain.
3. Pengukuran sinyal video,
Pengukuran sinyal video ini harus menggunakan CRO (Cathode Ray Osciloscope) untuk mengetahui kualitas sinyal video dari rangkaian video yang ada pada TV Trainer. Beberapa cakupan pengukuran sinyal video adalah sebagai berikut :
a. Pengukuran sinyal video peak to peak (VPP)
b. Pengukuran frekuensi sinyal video.
c. Pengukuran kualitas sinyal video untuk mengetahui gejala cacat silang ataupun cacat-cacat sinyal video yang lain.
d. Pengukuran band width dari sinyal video.
4. Pengukuran sinyal warna,
Pengukuran ini di pakai untuk mengetahui kualitas sinyal warna. Sinyal ini di pakai untuk pembangkitan dan kualitas penampilan warna pada televisi. Beberapa cakupan pengukuran sinyal warna meliputi :
a. Pengukuran sinyal luminan R, G, dan B
b. Pengukuran penguatan sinyal warna pada rangkaian video akhir.
c. Pengukuran sinyal pembunuh warna (colour killer)
5. Pengukuran sinyal audio,
Pengukuran sinyal audio dipakai untuk mengetahui kualitas penampilan audio dari televisi, dengan bantuan penggunaan Osciloscope maka kualitas audio dapat terlihat dengan seksama. Pengukuran audio mencakup beberapa di antaranya :
a. Oscilator pembangkit sinyal audio.
b. Driver audio.
c. Penguat audio awal dan akhir
d. Loudspeaker.
6. Pengukuran sinyal IF
Pengukuran sinyal IF (Intermediate Frequency) pada sebuah televisi sangatlah penting, hal ini mengingat hampir keseluruhan bagian blok diagram televisi mempunyai sinyal IF. Beberapa di antaranya adalah :
a. Sinyal IF Video
b. Sinyal IF Audio
7. Pengukuran sinyal RF
Pengukuran sinyal RF (Radio Frequency) terkait dengan penerimaan sinyal radio dari pemancar televisi. Pada prakteknya bagian RF ini terwakili dalam bentuk sebuah komponen yang bernama Tuner.
8. Troubleshooting Televisi
TV Trainer juga dapat di pergunakan sebagai media pembelajaran berupa perbaikan pesawat televisi. Perbaikan ini adalah perbaikan yang secara umum di jumpai di masyarakat. Sehingga dengan ini, para siswa di latih untuk dapat memperbaiki pesawat televisi ketika nanti terjun ke masyarakat